Setelah terperangkap kurang lebih lima hari di Gedung Maria Rumah Sakit St. Boromeus Bandung, akhirnya saya bisa juga merasakan udara bebas (seperti tahanan yang bebas dari jeratan penjara) Kota Bandung setelah selama lima hari menghirup udara rumah sakit yang memualkan.
Dengan sedikit rayuan gombal pada sang dokter dengan berkata: “Saya janji deh istirahat di rumah, nggak lari-larian lagi sampai sembuh,” akhirnya sang dokter menganggukkan kepala dan mengizinkan saya untuk pulang ke rumah hari ini.
Jam 10 tadi pagi, Bunda dan kakak laki-laki saya telah siap menjemput dan betapa bahagianya saya bisa mendarat di rumah dengan selamat. Walau masih ada sekitar 3 resep obat yang harus saya habiskan (termasuk antibiotik dan kawan-kawannya) juga belum boleh melaksanakan puasa tapi semua lebih baik dengan tiduran di kamar sendiri, tanpa ada lagi selang infus dan bubur encer :p.
Lebih baik lagi, selama kakak laki-laki saya ada di rumah, beliau membolehkan saya untuk memakai fasilitas laptopnya sehingga saya bisa browsing tanpa ada gangguan…
Haah, ini baru hidup dengan menghirup udara bebas …
Terima kasih untuk semua pihak atas doanya, sehingga saya bisa pulang ke rumah dan menjalani aktivitas seperti biasa.
Raditya M. Triputra
-yang bisa saja mati karena bahagia-


