h1

Bukan Kelabang

September 10, 2008

Kenapa saya pakai Bukan Kelabang?

Waktu mengutarakan keinginan pada Kak Rena (kakak perempuan saya) untuk membuat blog, dengan senang hati seketika itu juga Kak Rena memikirkan apa judul terbaik untuk blog ini. Awalnya ia ingin memberi nama “Bukan Pujangga” seperti judul lagu, tapi saya ragu karena saya bukan orang yang puitis dan kritis apalagi berurusan dengan yang namanya sastra.

Kemudian kami berpikir lagi… barulah ide buruk Kak Rena muncul. Kebiasaannya untuk mempelesetkan kata-kata malah membuat Sang Pujangga menjadi Kelabang. Saya pikir kenapa harus kelabang? Karena pikirnya kelabang itu unik dan menyeramkan.

Saya sendiri tidak berpikir lagi apa yang Kak Rena pikirkan saat itu. Tapi setelah diperlihatkan pada Kak Rey (kakak laki-laki saya) dia malah berkomentar, judul yang unik. Entahlah, sepertinya kedua kakak saya ini memiliki sisi tidak normal yang sama.

Saya sih hanya berharap semoga tulisan saya di blog ini bisa bermanfaat.

Raditya M. Triputra

-Dengan segala singgungan dari kedua kakak terhormat yang lagi-lagi berbicara tentang kelabang tempur (loh itu kan belalang tempur?)-

One comment

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.



Leave a Comment