
Puasa = Menyeimbangkan pola pikir
September 15, 2008Baru tahun ini saya merasa bahwa bulan terberat adalah bulan Ramadhan, padahal jam sekolah dikurangi drastis, kegiatan lainnya juga tidak begitu memberatkan. Tapi lain rasanya jika ada latihan ujian selama Ramadhan yang mengharuskan kita menguras otak dengan perut kosong juga menahan nafsu untuk bekerja sama dan mencontek.
Hari ini saja nampaknya saya telah berbuat kecurangan dengan bekerja sama dengan teman sebangku, melontarkan beberapa pertanyaan pada teman di belakang dan sedikit melirik LJK milik teman lainnya. Kenapa ya, godaannya semakin berat? Padahal hari-hari biasa saya tidak pernah melakukan tindakan semacam itu.
Alasannya mungkin pada ketidaksiapan mengikuti ujian dan perut kosong yang menyebabkan otak tidak mampu berpikir seperti biasanya. Apalagi dengan kualitas soal yang waaah, teman sekelas saya bahkan ada yang menangis karenanya. Saya sih menangis dalam hati ^^; ingin tidak ingin padahal sama-sama tidak bisa.
Adakah cara… supaya kita bisa tahan lapar dan tahan godaan selama puasa? Kalau terus seperti ini saya tidak sanggup melihat soal ujian 1 minggu ke depan~
Raditya M. Triputra
-yang stres setelah mengetahui hasil latihan ujiannya-