h1

Sehari Bersama Para Wanita

September 15, 2008

Ini adalah pengalaman sehari penuh bersama ibu-ibu arisan.

Tidak terlalu asik rasanya melewati hari minggu sendirian di dalam rumah bersama tumpukkan soal persiapan UAN SMP atau sesekali melirik televisi ketika acara makan-makan dimulai. Maka dari itu hari minggu kemarin untuk sesuatu yang tidak jelas, saya akhirnya memutuskan ikut ajakan ibu dan kakak perempuan saya untuk menemani mereka jalan-jalan – atau sebut saja window shopping – sebagai rangkaian akhir minggu yang lain dari biasanya.

Ini untuk pertama kalinya saya ikut kedua wanita yang selalu ada dalam hidup ini untuk menemani rutinitas akhir minggu mereka. Awalnya hanya mampir ke sebuah salon untuk membuat janji di sore hari. Kemudian kami melangkah ke sebuah mall di kawasan Bandung Pusat, masuk ke salah satu toko pakaian dan… acara yang sangat membosankan dimulai. Baik sang bunda atau sang kakak, keduanya asik mengamati pakaian mulai dari jenis kaos sampai dress untuk ke pesta. Dan alhasil selama lebih dari 2 jam hanya beberapa potong pakaian yang sampai di meja kasir.

Acara dilanjutkan dengan berbelanja kebutuhan rumah tangga. Saya lebih suka acara ini karena bisa menyisipkan makanan kecil ke dalam keranjang belanjaan atau beberapa pernik barang yang saya anggap unik untuk turut di beli. Belanjaan kami tidak terlalu banyak, hanya beberapa jenis makanan dan kebutuhan lainnya sehingga hanya sedikit waktu yang dibutuhkan untuk melakukan aktifitas ini.

Kemudian atas dasar keinginan saya, kami mampir ke sebrang mall di mana terdapat sebuah toko buku besar berada. Nah ini bagian kesukaan saya, sambil merengek-rengek tidak jelas akhirnya saya mendapatkan 2 buku komik beserta beberapa buku lainnya yang memang ingin dibeli.

Kenapa saya harus memaksa membeli komik? Karena tujuan setelah ini adalah ’salon’ tempat yang bisa membuat kita mengantuk karena menunggu. Walau tujuannya hanya creambath tapi tetap saja membuat bosan, jadi sebelumnya saya harus membeli bacaan sembari menunggu.

Selesai semuanya, kami pulang ke rumah… dan saya tidak mau lagi mengikuti aktifitas mereka di minggu berikutnya.

Raditya M. Triputra

-sambil memijat kaki dan membenarkan kacamatanya-

2 comments

  1. Duh, saya mengerti! Saya juga stress kalau harus menemani orang belanja (juga bingung kalau disuruh belanja sendiri, berhubung saya adalah gadis abnormal yang tidak memiliki insting belanja maupun berdandan).

    Dengan ini, sadarilah, bahwa bagi wanita, menjaga penampilannya itu SUSAH dan merepotkan :P *digaplok*


  2. Saya cukup mengerti setelah hidup selama 2 tahun dikelilingi oleh para wanita ^^;

    Wah, menurut saya sih wanita yang tidak suka berbelanja atau berdandan itu bukan tidak normal sih. Soalnya kakak saya juga semasa SMA-nya tidak begitu suka hal-hal yang berbau feminitas, sekarang saja setelah menginjak bangku kuliah dan ‘khususnya’ setelah punya pacar jadi serba feminim ^^.



Leave a Comment