
Sakit Membuat Segalanya Lebih Jelas
September 20, 2008-Ditulis selama yang punya blog ada di Rumah Sakit, dipost oleh kakak tercinta XD-
Sakit membuat segalanya lebih jelas,
Tulisan ini saya buat setelah sadar bahwa beberapa hari yang lalu saya jatuh sakit dan kini terbaring di rumah sakit dengan lilitan selang infus dan makanan serba tidak enak yang wajib dimakan.
Intinya kebodohan yang dibuat sendiri harus ditanggung sendiri. Ini akibat ajakan seorang teman di kala pulang sekolah beberapa hari yang lalu untuk ikut main futsal di sebuah lapangan. Saya yang tadinya hanya berniat ikut lari-lari saja kepincut untuk ikutan menendang bola. Mungkin seperti yang bunda saya katakan, bahwa dari kecil saya ini tidak bisa diam dan mudah tertarik pada sesuatu tanpa memikirkan apa yang terjadi setelahnya.
Singkatnya dokter mendiagnosis bahwa saya terkena gangguan maag ditambah gejala thypus. Waw, sebuah rekor komplikasi penyakit dalam satu waktu, ditambah kemarin dokternya memaksa untuk cek darah takut saya terkena demam berdarah juga untungnya jumlah trombosit tidak turun drastis tapi tetap saja harus meminum beberapa obat untuk mencegah hal itu.
Kronologisnya, hari Rabu 17 Septermber 2008 kemarin sepulang sekolah (sepulang bermain futsal) tanpa lirik kanan-kiri saya segera masuk ke kamar kemudian entah tertidur atau pingsan tiba-tiba saja sudah terbaring di kasur masih dengan baju seragam dan tas yang terlempar entah ke mana sampai kakak perempuan saya, Kak Rena, membangunkan untuk buka. Bangun tidur untuk meraih meja makan saja nampaknya sudah sulit, kepala serasa diputar ke sana-ke mari dan perut tidak karuan perih lah, mules lah, dan perasaan tidak enak lainnya.
Begitu buka, baru saja mencium aroma kolak pisang di depan rasanya kepala tambah pusing. Begitu disuruh memakannya otomatis perut bereaksi dan larilah saya ke kamar mandi untuk muntah tanpa ada benda yang bisa dikeluarkan dari dalam perut.
Spontan kakak dan seorang pembantu yang ada di situ segera panik tidak jelas. Mengambilkan air putih lah, lap pel, dan barang-barang yang tidak penting lainnya. Waktu kejadian itu bunda tidak ada di rumah jadi jelas semua serba repot padahal saya sendiri bingung ada apa ya?
Setelah dibalur balsem dan meneguk air teh panas saya dibaringkan di tempat tidur dengan keadaan tidak karuan. Mau dibawa ke rumah sakit bunda belum pulang, mau dikasih obat semua bingung apa obatnya. Akhirnya setengah tidur, akhirnya kakak saya bersama pacarnya – yang baik hati - mengantar saya ke rumah sakit. Dari mulai masuk ke rumah sakit sampai jam 8 keesokan harinya saya tidak sadar, baru sekitar satu jam bangun tiba-tiba dokternya memberi obat yang membuat saya tidur lagi sampai sore hari.
Beberapa janji yang terpaksa saya batalkan mulai hari itu
Kamis 18 September 2008 : Acara buka bersama keluarga yang akhirnya buka bersama di rumah sakit
Jumat 19 September 2008 : Acara buka bersama Gotei13 Bandung, padahal hari sebelumnya saya sudah konfirmasi akan ikut
Sabtu 20 September 2008 : Keberangkatan mengunjungi kakak di Jakarta batal dan terpaksa kakak yang mengunjungi saya di Bandung
Mohon maaf atas ulah saya yang membuat acara di atas menjadi batal atau tidak bisa saya hadiri. Semoga bisa dilain kesempatan *menggerutu sendiri di rumah sakit*. Mohon maaf juga kepada semua orang yang harus sahur dan buka di rumah sakit sementara saya sendiri tidak puasa. Saya masih harus berada di rumah sakit ini 3-5 hari ke depan tergantung kondisi, dan terima kasih juga untuk yang sudah mengirim doa dan menemani kebosanan di rumah sakit.
Sampai bisa keluar dari rumah sakit, mungkin saya akan puasa bloging.
Raditya M. Triputra
-yang masih harus memakan bubur encer selama proses kesembuhan dirinya-
Ngeblog saat sakit itu enak, mobile blogging solusinya.
Cobalah plurk yang micro blogging, dijamin makin kacau pikirannya…kecanduan akhirnya.
Sayangnya saya tidak punya HP yang bisa dipakai internetan dan rumah sakit tidak menyediakan fasilitas hot spot dan sebagainya …
Bagusnya hari ini sudah sampai di rumah lagi *dan segera menjamah dunia maya*.
Eh, Plurk itu apa ya? Pernah lihat tulisannya tapi belum pernah coba.
Plurk itu semacam micro-blog, seperti yang dikatakan Goen di atas~ Intinya, membuat ‘entry’ yang pendek-pendek, sepanjang satu-dua kalimat, mengenai hal yang kadang dapat dianggap ‘nggak penting’. Asyik jadi pelampiasan lho… *digebuk*
Oh, baguslah kalau sekarang sudah di rumah. Tidak apa-apa kok soal kelewatan gathering itu, masih ada kesempatan lain.