h1

Menjelang Syawal

October 6, 2008

Kenapa saya beri judul “Menjelang Syawal” ? Karena saya tahu bahwa hari ini sudah lewat beberapa hari dari <i>moment</i> Idul Fitri yang sebenarnya ingin saya bahas di blog ini.

Mengutip kata-kata seseorang bahwa, “Tidak ada kata terlambat dalam meminta maaf”.

Saya ingin menyuguhkan kata maaf kepada semua orang khususnya bloger yang baik secara langsung maupun tidak langsung berinteraksi dengan saya. Mengenal pribadi saya yang suka wara-wiri tidak jelas, sikap yang mengesalkan, tutur kata yang menjengkelkan, semua ada pada saya.

Karena itu marilah berjabat tangan dan saling memaafkan :D

Dan… sekilas info mudik,

Tahun ini saya mudik ke Jakarta *loh berkebalikan arah dengan kebanyakan pemudik*.
Tadinya saya sekeluarga berniat untuk pergi ke Malang Jawa Timur untuk menemui eyang dari bunda tapi rencana berubah 180 derajat karena ada panggilan dari sang ayah. Mau tidak mau saya harus hengkang ke Ibu Kota bersilaturahim dengan sang ayah yang jujur saja sudah 2 tahun ini tidak saya temui.

Ada beberapa hal yang berbeda di hari lebaran tahun ini, khususnya ketika saya singgah ke keluarga baru sang ayahanda. Bertemu dengan seorang ibu muda dan adik kecil bernama Chika. Walau bunda bilang tidak perlu canggung dan malu, tapi saya tetap bersikap ragu-ragu ketika untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan sosok ibu dan adik tiri yang selama ini tidak pernah saya temui secara langsung.

Waktu 1 minggu di Jakarta lebih terasa seperti 1 bulan lamanya. Baiknya, sang ibu dan adik tiri malah memperlakukan saya selayaknya keluarga mereka. Satu pelajaran untuk saya, bahwa tidak selamanya ibu tiri itu jahat ^^;

Raditya M. Triputra

-berfoto sambil menggendong Chika, namun karena kebodohan fotonya tertinggal di Jakarta – -a -

2 comments

  1. WOOOOOGGHH! *jadi teringat H soal hubungan kaka dan adik tiri*

    *dibunuh*


  2. Teringat H? H apa itu?
    Eh *tidak mengerti* …



Leave a Comment